Sabtu, 09 Maret 2013

Posted by Rahmat Fajarudin On 06.06
Surah Al-Ikhlas
Assalammualaykum, Bismillahirrahmanirrahim
بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ١
اللَّهُ الصَّمَدُ ٢
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٤

Surah Al-Ikhlas adalah surah ke 112 dalam Al-Qur’an. Arti dari surah Al-Ikhlas adalah Keesaan Allah atau monotheistic. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang diturunkan di Kota Mekkah berisikan 4 ayat. 

Arti surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ١
“Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa”.
Diriwayatkan bahwa orang-orang musyrik mengutus Amir bin Tufail kepada Nabi Muhammad SAW, menyampaikan amanah mereka kepada Nabi, ia berkata: “Engkau telah memecahbelahkan keutuhan kami, memaki-maki “tuhan” kami, berubah agama nenek moyangmu. Jika engkau miskin dan mau kaya kami berikan engkau harta dan jika engkau gila akan kami obati. Jika engkau wanita cantik akan kami kawinkan engkau dengannya”. Rasulullah SAW menjawab:

لست بفقير ولا مجنون ولا هويت امرأة أنا رسول الله أدعوكم من عبادة الأصنام إلى عبادته. فأرسلوه ثانية وقالوا: قل له بين لنا جنس معبودك. امن ذهب أو من فضة؟ فأنزل الله هذه السورة

“Aku tidak miskin, tidak gila, tidak ingin kepada wanita. Aku adalah Rasul Allah, mengajak kamu meninggalkan penyembahan berhala dan mulai menyembah Allah Yang Maha Esa”, kemudian mereka mengutus utusannya yang kedua kalinya dan bertanya kepada Rasulullah. Terangkanlah kepada kami macam Tuhan yang engkau sembah itu. Apakah Dia dari emas atau perak?”, lalu Allah menurunkan surah ini. (HR. Dahhak)

اللَّهُ الصَّمَدُ ٢

“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”
Dijelaskan bahwa hanya kepada Allah tempat meminta dan memohon.



لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣

“Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan”
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah.
Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman:
فاستفتهم ألربك البنات ولهم البنون أم خلقنا الملائكة إناثا وهم شاهدون ألا إنهم من إفكهم ليقولون ولد الله وإنهم لكاذبون
Artinya:
Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: “Allah beranak”. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. (Q.S. As Saffat: 149-152).
Dan Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan. Dengan demikian Dia tidak sama dengan makhluk lainnya, Dia berada tidak didahului oleh tidak ada. Maha suci Allah dari apa yang tersebut. Ibnu ‘Abbas berkata: “Dia tidak beranak sebagaimana Maryam melahirkan Isa A.S. dan tidak pula diperanakkan. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa Al Masih adalah anak Allah dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah.

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٤

“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”
Dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, Sifat dan perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beriktikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah.
Keutamaan Surah Al-Ikhlas
Surah ini meliputi dasar yang paling penting dari risalah Nabi Muhammad SAW yaitu mentauhidkan Allah SWT dan mensucikanNya serta meletakkan pedoman umum dalam beramal sambil menerangkan amal perbuatan yang baik dan yang jahat, menyatakan keadaan manusia sesudah mati mulai dari sejak berbangkit sampai dengan menerima balasanNya berupa pahala dan dosa. Telah diriwayatkan dalam hadis, “Bahwa surah ini sebanding dengan sepertiga Alquran,” karena barang siapa menyelami artinya dengan bertafakur yang mendalam, niscaya jelaslah kepadanya bahwa semua penjelasan dan keterangan yang terdapat dalam Islam tentang tauhid dan kesucian Allah dari segala macam kekurangan merupakan perincian dari isi surah ini.
Dalam hadis lainnya juga dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa pahala membaca surah Al-Ikhlas sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an sehingga membaca 3x surah Al-Ikhlas sama dengan mengkhatam Al-Qur’an. Kisah terkait hadits itu terekam dalam beberapa kisah. Seperti kisah ketika Nabi bertanya kepada sahabatnya untuk mengkhatam Al-Qur’an dalam semalam. Umar menganggap mustahil hal itu, namun begitu Alimenyanggupinya. Umar kemudian menganggap Ali belum mengerti maksud Nabi karena masih muda. Ali kemudian membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali dan Nabi Muhammad membetulkan itu. Dalam hadits-hadits terkait hal ini, keutamaan surah Al-Ikhlas sangat memiliki peran dalam Al-Qur’an sehingga sekali membacanya sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an.
Keutamaan lain Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan Nabi Muhammad ketika melakukan Isra’ ke langit, melihat Arsy di atas 360.000 sendi dimana jarak antar sendi 300.000 tahun perjalanan. Pada tiap sendi terdapat padang Sahara sebanyak 12.000 dan luas tiap satu padang sahara itu adalah dari timur ke barat. Pada setiap padang Sahara itu juga terdapat 80.000 malaikat dimana setiap malaikat membaca surah Al-Ikhlas dan setelah membaca itu mereka berdoa agar pahala mereka diberikan kepada orang yang membaca al-Ikhlas, laki-laki maupun perempuan.
Selain itu Nabi Muhammad juga pernah berkata bahwa Qul Huwallahu Ahad (ayat 1) tertulis pada sayap Jibril, Allahus Shamad (ayat 2) pada sayap Mikail, Lam Yalid Walam Yuulad(ayat 3) pada sayap Izrail, dan Walam Yaqullahu Khufuwan Ahad (ayat 4) pada sayap Israfil. Dan yang membaca al-Ikhlas memperoleh pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an. Lalu berkaitan sahabat, Nabi pernah berkata bahwa Qul Huwallahu Ahad (ayat 1) tertulis pada dahi Abu Bakar, Allahus Shamad (ayat 2) pada dahi Umar, Lam Yalid Walam Yuulad (ayat 3) pada dahi Utsman, dan Walam Yaqullahu Khufuwan Ahad (ayat 4) pada dahi Ali.
Sedangkan hadits lain menyebutkan bahwa ketika orang membaca al-Ikhlas ketika sakit hingga ia meninggal, ia tidak membusuk dalam kubur dan akan dibawa malaikat dengan sayapnya melintasi Siratul Mustaqim menuju surga.
Ternyata dari surah singkat Al-Ikhlas alias “Qulhu” merupakan fundamental ketauhidan seorang mukmin kepada khaliqnya. Surah yang berisikan ketauhidan/ keesaan Allah SWT atau monotheistic ini berisikan 1/3 dari nilai yang ada didalam Al-Qur’an. So, buat teman-teman yang masih suka shalat dan membaca surah Al-Ikhlas ini ada alasan kenapa kita sering membaca surah ini dalam shalat kita bukan hanya karena surah yang pendek dan mudah dihapalkan tentunya :)
Wallahualam Bishawab.
Wassalammualaykum Warohmatullahi Wabarokkatuh.

Kamis, 28 Februari 2013

Posted by Rahmat Fajarudin On 00.08

Untuk Siswa Saya Kelas X.6 SMAN 1 Semin Tugas EKONOMI Sebagai Pengganti Ulangan Ke-2 Bisa di DOWNLOAD DISINI

Rabu, 27 Februari 2013

Posted by Rahmat Fajarudin On 17.18
Menjadi muslim, jangan sekedar identitas. Namun, jadilah muslim yang faham dan mengamalkan. Saat seorang muslim mengikrarkan dua kalimah sahadat, maka konsekwensinya ia haruslah memiliki perasaan terpanggil oleh isu-isukeislaman, mencari solusi hidup berbasis islam, dan memiliki ketertarikan terhadap dunia islam. Dalam dirinya, tertanam pengetahuan yang kuat sebagai fondasi dan motivasi untuk menjalankan syariat islam. Inilah, yang dikatakan sebagai muslim yang handal. Muslim yang memiliki sinkronisasi antara identitas, pengetahuan dan pengamalan secara utuh dan konsisten. Setidaknya ada 3 syarat yang harus dimiliki unutuk menjadi muslim yang handal, apapun latar belakang, profesi dan tingkat pendidikan dia. Ketiga syarat itu adalah sebagai berikut: #1. Memahami Teori Keislaman Menjadi muslim yang handal haruslah paham terhadap teori keislaman. Pengamalan ajaran islam haruslah berbasis pengetahuan, bukan atas dasar ikut-ikutan. Apalagi pengamalan yang menyangkut rutinitas ibadah ritual, misalnya sholat, puasa, dan lain sebagainya. Janganlah memiliki pandangan bahwa urusan agama adalah urusan Ustadz atau Kyai. Seorang muslim wajib mencari tahu pengetahuan islam, sehingga dia yakin betul apa yang dilakukannya berdasarkan rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dan juga tidak akan terompang amping pada perbedaan faham dan mudah memvonis dirinya yang paling benar. #2. Menguasai Bahasa Arab Pemahaman terhadap bahasa arab, menjadi sesuatu yang tidak mungkin ditinggalkan oleh setiap muslim. Bagaimana tidak, keseluruhan ajaran islam diwarisi dalam bahasa Arab. Ritual Sholat, Text al-Quran, Do’a yang diajarkan nabi, semuanya menggunakan bahasa Arab dan haruslah dipahami dengan baik dan benar. Semua ulama di awal abad 4 hijriah, saat umat islam dalam puncak kejayaan, tidak ada yang menyatakan bahasa Arab itu tidak penting. Ibnu Khaldun, seorang pengelana di zaman itu, menuturkan bahwa seluruh tempat yang ia singgahi, menerapkan bahasa Arab, meskipun bahasa ibunya bukan bahasa Arab. Jadi, bagaimana mungkin seseorang mengklaim telah menjadi muslim yang baik namun dirinya tidak menguasai bahasa arab. Saat mendalami al-Quran, janganlah mengedepankan terjemah, apalagi hanya membaca text latinnya. Al-quran adalah pedoman umat islam dan diwarisi dalam bahasa arab. Dan kunci sukses untuk mendalaminya adalah pengetahuan atas bahasa Arab. #3. Mengenal Sejarah Islam Setiap muslim harus juga memahami sejarah islam, dari mulai kelahirannya hingga detik ini. Seseorang akan merasa eksis dan percaya diri manakala mampu menjelaskan latar belakang asal usul baik daerah maupun keturunannya. Begitu juga aqidah, seseorang akan terasa nikmat dan termotivasi dengan identitas keislamannya, makakala ia faham dengan sejarah islam. Tahu apa itu islam, perjuangan serta puncak kejayaannya. Sebaliknya, saat tidak mengenal sejarah, ia akan gampang terpuruk pada sikap pesimis terhadap keadaan. Belajarlah memahami sejarah rosul, para shahabat, dinasti Umayyah, Abbasyiah, Usmaniah, dan lain sebagainya. Sehinga kita memiliki pemahaman yang memadai bahwa islam memiliki formulasi yang unggul untuk menyelesaikan problematika zaman. Dan pada akhirnya kita memiliki rasa percaya diri sebagai muslim yang handal.
Posted by Rahmat Fajarudin On 17.06
”Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa”, adalah kearifan dari keaneragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat. Kearifan itu segera muncul, jika seseorang membuka diri untuk menjalani kehidupan bersama dengan melihat realitas plural yang terjadi. Oleh karena itu pendidikan harusdiletakan pada posisi yang tepat, apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras, suku dan keagamaan. pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas implementasinya, bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan, tetapi keberpihak yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa Indonesia. Pesan akhir tulisan ini, berikan layanan yang terbaik kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan sehingga terwujud masyarakat yang ”beradab” yang mengimplementasikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Pembiasaan berperilaku santun dan damai adalah refreksi dari tekad kita sekali merdeka, tetap merdeka. Mengapa Melalui Pendidikan? “Education is not a preparation of life, but it’s life itself”. Demikianlah pendapat John Dewey ketika beliau berusaha menjelaskan tentang ranah pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan adalah kehidupan. Oleh karena itu, benar kata WD Rendra dalam salah satu puisinya telah mempertanyakan tentang adanya “papan tulis-papan tulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan”. Mengapa? Proses pendidikan di sekolah ternyata masih lebih mengutamakan aspek kognitifnya ketimbang afektif dan psikomotoriknya. Bahkan konon Ujian Nasional pun lebih mementingkan aspek intelektualnya ketimbang aspek kejujurannya. Konon tingkat kejujuran Ujian Nasional itu hanyalah 20%, karena masih banyak peserta didik yang menyontek dalam pelbagai cara dalam mengerjakan Ujian Nasional itu. Dalam bukunya tentang Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences), Daniel Goleman mengingatkan kepada kita bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektual hanyalah 20% saja. Dalam hal inilah maka pendidikan karakter diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih beradab, bukan kehidupan yang justru dipenuhi dengan perilaku biadab. Maka terpikirlah oleh para cerdik pandai tentang apa yang dikenal dengan pendidikan karakter (character education). Pendidikan Karakter dan Peningkatan Daya Saing Bangsa Pilarkarakter yang mana yang harus dikembangkan di Indonesia? Sesungguhnya semua pilar karakter tersebut memang harus dikembangkan secara holistik melalui sistem pendidikan nasional di negeri ini. Namun, secara spesifik memang juga ada pilar-pilar yang perlu memperoleh penekanan. Sebagai contoh, pilar karakter kejujuran (honesty) sudah pasti haruslah lebih mendapatkan penekanan, karena negeri ini masih banyak tindak KKN dan korupsi. Demikian juga dengan pilar keadilan (fairness) juga harus lebih memperoleh penekanan, karena kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak pendukung pemilukada yang kalah ternyata tidak mau secara legowo mengakui kekalahannya. Selain itu, fenomena tawuran antarwarga, antarmahasiswa, dan antaretnis, juga sangat memerlukan pilar karakter toleransi (tolerance), rasa hormat (respect), dan persamaan (equality). Untuk tujuan khusus, misalnya membangkitkan semangat bagi para olahragawan yang akan bertanding di tingkat internasional, maka pilar rasa percaya diri (trustworthiness) dan keberanian (courage) juga harus mendapatkan penekanan tersendiri. Akhirnya, dengan pendidikan yang dapat meningkatkan semua potensi kecerdasan anak-anak bangsa, dan dilandasi dengan pendidikan karakternya, diharapkan anak-anak bangsa di masa depan akan memiliki daya saing yang tinggi untuk hidup damai dan sejahtera sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia yang semakin maju dan beradab.